Pergerakan Nasional



Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Halo!!!! J Apa kabar semuanya ? Baik ? Ya ? Berjumpa lagi dengan penulis yang masih dikeroyok rentetan tugas, dan, ya, salah satunya tugas ini, tugas Sejarah Indonesia. Apa yang akan kita bahas, nih ? Ya, kita akan membahas tentang sejarah bangsa ini, tepatnya, pada zaman pergerakan nasional. Selengkapnya, check it out!
Apa itu pergerakan nasional ?
Pergerakan berasal dari kata dasar gerak. Kemudian istilah ini pun digunakan dalam sejarah perjuangan bangsa, menjadi pergerakan nasional yang nanti pun dua kata ini akan identik dengan kebangkitan nasional.
Pergerakan nasional adalah suatu bentuk perlawana terhadap kaum penjajah yang tidak dilakukan dengan hanya menggunakan kekuatan bersenjata saja, tetapi juga menggunakan organisasi yang bergerak di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Kemudian, organisasi ini akan melakukan perjuangan secara modern ke arah perbaikan hajat hidup bangsa Indonesia yang disebabkan rasa ketidakpuasan terhadap keadaan masyarakat yang ada.
Ciri pergerakan nasional antara lain.
a.       Pergerakan bersifat nasional/kebangsaan
b.      Pergerakan menggunakan sistem organisasi teratur, dan tidak terpusat ada pimpinan
c.       Pergerakan dilakukan oleh pelajar yang berpandangan jauh ke depan
d.      Perjuangan tidak bersifat fisik, namun berupa gerakan pendidikan ekonomi dan politik

Mengapa pergerakan nasional ini bisa terjadi ?
Pergerakan nasional ini bermula dari politik etis yang merupakan usulan dari Van Deventer, salah satu petinggi kerajaan Belanda. Dan salah satu isi dari politik etis ini adalah edukasi yang kemudian menghasilkan putra-putri bangsa yang memiliki ide-ide yang cemerlang dalam membebaskan bangsanya yang sedang terpuruk.
Pergerakan nasional ini dilator belakangi atas beberapa factor.
1.      Faktor Intern (berasal dari dalam bangsa Indonesia)
- Kenangan kejayaan masa lampau
-  Perasaan senasib dan sepenanggungan di bawah penjajahan
- Lahirnya golongan terpelajar
-  Penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialisme
- Adanya rasa kesadaran nasional, menyebabkan kehendak memiliki tanah air dan hak untuk menentukan nasib sendiri.
2.      Faktor Ekstern (berasal dari luar bangsa Indonesia )
- Kemenangan Jepang atas Rusia (1904-1905)
- Terpengaruh oleh gerakan nasional di negara lain, seperti :

1.       Gerakan Kemerdekaan rakyat India yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi
2.       Gerakan Turki Muda yang dipimpin Musthapa Kemal Pasha (Kemal Ataturk)
3.       Gerakan Kemerdekan di Philipina dibawah  pimpinan Yose Rizal
4.       Revolusi Cina (1911) yang dipelopori oleh Dr. Sun Yat Sen
- Pengaruh  ucapan Presiden AS. Woodrow Wilson, “Bangsa-bangsa yang masih terjajah agar menentukan nasibnya sendiri"
- Munculnya paham-paham baru di Indonesia (paham-paham ini akan dibahas di bawah)
Siapa saja pelopor pergerakan nasional ini ?
Pergerakan nasional ini dibagi menjadi empat masa :
  •  Periode Awal Perkembangan
Dalam periode ini gerakan nasionalisme diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki situasi sosial dan budaya. Organisasi yang muncul pada periode ini adalah Budi Utomo, Sarekat Dagang Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah.
  •  Periode Nasionalisme Politik
Periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia mulai bergerak dalam bidang politik untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Organisasi yang muncul pada periode ini adalah Indische Partij dan Gerakan Pemuda.
  •  Periode Radikal
Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia ditujukan untuk mencapai kemerdekaan baik itu secara kooperatif maupun non kooperatif (tidak mau bekerjasama dengan penjajah). Organisasi yang bergerak secara non kooperatif, seperti Perhimpunan Indonesia, PKI, PNI.
  •  Periode Bertahan
Periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia lebih bersikap moderat dan penuh pertimbangan. Diwarnai dengan sikap pemerintah Belanda yang sangat reaktif sehingga organisasi-organisasi pergerakan lebih berorientasi bertahan agar tidak dibubarkan pemerintah Belanda. Organisasi dan gerakan yang berkembang pada periode ini adalah Parindra, GAPI, Gerindo.
Mungkin, sebenarnya banyak orang yang berperan dalam pergerakan nasional ini, namun, sejarah terkadang tidak mencantumkan semua nama. Berikut beberapa tokoh yang berperan dalam pergerakan nasional.
1.      dr. Sutomo (ketua organisasi Budi Utomo)
2.      H Samanhudi (ketua organisasi Serikat Dagang Islam)
3.      Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, H. O. S. Cokroaminoto (pendiri Indische Partij)
4.      Semaun (tokoh penting dalam PKI)
5.      Ir. Soekarno (tokoh penting PNI)
6.      R. M. Noto Suruto (pelopor Perhimpunan Indonesia)
7.      Sugondo Joyopuspito (ketua Konggres Pemuda)
Selain nama-nama diatas masih banyak pula nama-nama yang sering disebut ketika kita membicarakan pergerakan nasional, seperti, Muhammad Yamin, H. Agus Salim, Amir Syarifudin, Moh Hatta, Ahmad Subarjo, d.l.l.
Apa saja paham-paham yang masuk ketika masa pergerakan nasional ? (penjelasan lanjutan dari salah satu faktor eksternal pergerakan nasional)
1.      Nasionalisme
Nasionalisme adalah suatu paham rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air yang ditimbulkan oleh persamaan tradisi yang berkaitan dengan sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal dan keinginan untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisinya sebagai milik bersama dari anggota bangsa itu sebagai kesatuan bangsa. Bangsa adalah sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat dan kemauan bersama untuk bersatu, karena adanya persamaan nasib, cita-cita, kepentingan dan tujuan yang sama.
Tokoh nasionalisme atau pencetusnya adalah Joseph Ernest Renan, Otto Bouer, Hans Kohn, dan Louis Sneyder.
2.      Demokrasi
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos, artinya rakyat, dan kratos, artinya pemerintahan. Jadi, demokrasi dalam arti sempit adalah pemerintahan di tangan rakyat. Dalam arti luas, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk ikut memengaruhi keputusan politik baik langsung atau tidak langsung. 
Tokoh pencetus demokrasi adalah John Locke dan Abraham Lincoln.
3.      Sosialisme
Sosialisme adalah paham yang menghendaki suatu masyarakat yang disusun secara kolektif agar menjadi suatu masyarakat yang sejahtera/bahagia. Kata sosialisme berasal dari bahasa Latin, socius, artinya kawan. Tujuan sosialisme adalah mewujudkan masyarakat sosialis dengan jalan mengendalikan secara kolektif sarana produksi dan memperluas tanggung jawab negara bagi kesejahteraan rakyat.
Selain itu, dari paham sosialisme inilah akan muncul paham komunisme, sedikit mirip dengan sosialisme, tetapi komunisme lebih mengurangi lagi hak-hak individu, bahkan sampai menghilangkannya.
Tokoh pemikir sosialisme adalah Robert Owen, Saint Simon, Piere Proudon, Charles Fourier, dan Karl Marx
4.      Liberalisme
Liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kebebasan dan kemerdekaan individu. Istilah liberalisme berasal dari bahasa Latin, libertas, yang artinya kebebasan, sedangkan dalam bahasa Inggris, liberty, artinya kebebasan. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan individu untuk memiliki tempat tinggal, mengeluarkan pendapat, dan berkumpul.
Beberapa tokohnya adalah Roussaeu dan Adam Smith.
5.      Pan Islamisme
Pan-Islamisme adalah paham yang bertujuan untuk menyatukan umat Islam sedunia. Paham ini berasal dari gagasan Jamaluddin al Afgani. Ide tersebut sebenarnya secara samar-samar pernah dicanangkan oleh At Tahtawi, seorang tokoh pembaharu Islam Mesir. Ia sudah menyebutkan dua ide yaitu Islam dan Patriotisme. Ia menegaskan bahwa antara ide Islam dan patriotisme tidak bertentangan. Dua ide tersebut kemudian menjelma menjadi dua bentuk persaudaraan, yaitu persaudaraan (ukhuwah) Islamiah dan persaudaraan (ukhuwah) wathaniah.
Terimakasih
Semoga bermanfaat
Referensi :
http://ulvaulve.blogspot.co.id/2010/12/paham-paham-yang-mempengaruhi-kesadaran.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Tradisi di Kebumen

Kongsi Dagang Negara-negara di Eropa