Sebuah Hal Bernama Tujuan Hidup

Mengisi kembali blog yang terlalu lama berdebu

​tu.ju.an
1. n arah; haluan (jurusan)
2. n yang dituju; maksud; tuntutan (yang dituntut)

​Apa tujuan dia minum? Supaya tidak haus. Jika rasa haus sudah hilang, maka dia akan berhenti minum
Apa tujuan ibu menjemur baju? Supaya baju itu kering. Jika sudah kering, maka baju itu tak lagi dijemur.
Lalu, apa tujuan hidup kita? Untuk *blablabla*. Jika *blablabla* itu tercapai, maka apakah kita tak lagi hidup(?)

​Hmm


hi.dup
1. v masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tentang manusia, binatang, tumbuhan, dan sebagainya)

​Setiap manusia di bumi hidup, bernafas, bergerak, sebagaimana makhluk hidup yang lainnya. Lantas, mereka terkadang bertanya untuk apa Tuhan mengirimku ke dunia ini?. Kemudian mereka terlalu sibuk memikirkan hal itu hingga mereka meninggal tanpa memberikan sesuatu bagi dunia. Mengapa sejak awal mereka tak memilih pertanyaan ini saja, apa hal yang dapat kuberikan pada dunia? atau apa yang dapat kulakukan pada dunia untuk berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberiku kesempatan untuk hidup disini?

​Daripada sibuk mencari-cari alasan mengapa kita hidup, mengapa tidak kita ciptakan sendiri alasan kita untuk hidup?

Maka, disinilah muncul sebuah hal bernama tujuan hidup. Tujuan hidup bukanlah cita-cita paling tinggi, bukan mimpi yang paling besar, tapi lebih lagi. Tujuan hidup adalah hal yang senantiasa menghidupkan cita-cita dan mimpi itu, tujuan hidup selalu menghidupkan setiap langkah yang kita pilih dalam hidup ini.

Akan kuberikan beberapa contoh tujuan hidup yang mungkin telah dipegang oleh sebagian orang.

1. Tujuan hidup untuk beribadah kepada Allah.
Orang-orang dengan tujuan hidup seperti ini maka akan melakukan segala sesuatu untuk beribadah kepadaNya. Ibadah disini bukan sekadar shalat lima waktu saja, tapi mereka melakukan segala sesuatu dalam hidupnya atas dasar 'karena Allah'.

2. Tujuan hidup untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.
Orang-orang dengan tujuan hidup seperti ini akan bertindak dalam hidupnya untuk selalu memberikan manfaat bagi sekitarnya. Tindakan yang mereka pilih dalam hidupnya adalah tindakan yang dapat memberikan kebaikan dan manfaat bagi orang lain.

Jika dipikir-pikir, sebenarnya dua tujuan hidup di atas adalah sebuah 'perintah' dan 'tuntunan' yang telah ada dalam kitab suci bukan? Tapi, tak semudah itu untuk benar benar menanamkan keduanya dalam hidup kita.

Lebih jauh lagi bila berbicara tentang tujuan hidup 'spesifik' yang pasti akan berbeda-beda untuk setiap orang. Yap, yakni untuk menjawab pertanyaan "Apa yang bisa aku lakukan untuk dunia?"

Untuk menjawabnya, jangan pernah terburu-buru, Kawan. Coba bayangkan..., bayangkan..., bayangkan dan ingat lagi semua yang telah kamu perbuat dan semua yang telah kamu terima. Tanyakan lagi pada dirimu, apa yang ingin kamu tinggalkan dan kamu bawa pada saat kematian telah menjemput.

Aku adalah orang yang akan berdiri paling depan dalam menyerukan kebenaran dan fakta

Aku adalah orang yang akan selalu memeluk dan melindungi alam ini

Aku adalah orang yang tidak akan pernah berhenti meneliti pengetahuan bermanfaat bagi umat manusia

dan sekian banyak aku-aku yang lain dengan tekad-tekad lain yang sama baiknya

Maka, mulai saat ini mungkin kamu boleh coba untuk sedikit berimajinasi saat waktu-waktu senggangmu, mencari 'tujuan hidup' yang bisa mengingatkanmu saat kamu tersesat pun dapat memberimu dorongan besar saat dirimu jatuh.

Note : Sebagian dari tulisan ini terinspirasi dari materi training, pun sebagian juga ada yang merupakan pendapat saya, jadi bila pembaca ingin berdiskusi bisa ditulis di kolom komentar, pun bagi yang mau berbagi tujuan hidupnya juga boleh kok berbagi di komentar.
Okeeee???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Tradisi di Kebumen

Kongsi Dagang Negara-negara di Eropa