Teori Masuknya Hindu Buddha di Indonesia


Assalamu’alaikum,
Kembali lagi dengan penulis ini,,,,, hehehe, oh, ya ngomong-ngomong sebenarnya bab ini pernah penulis posting, tetapi karena suatu kecelakaan sehingga postingannya hilang L dan karena penulis sudah menghapus bahannya di Word, jadi terpaksa penulis harus mengetik ulang lagi. (Eh, kok malah jadi curhat, nih). Oke, jadi begini ceritanya, tentang orang-orang India yang menyebarkan agamanya di tanah Nusantara. Ada beberapa pendapat para ahli, nih. Daripada  pembukaan yang gaje ini semakin tidak jelas, jadi penulis akan memulai ceritanya.

Teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli sejarah umumnya terbagi menjadi 2 pendapat.
1.      Pendapat pertama menyebutkan bahwa dalam proses masuknya kedua agama ini, bangsa Indonesia hanya berperan pasif. Bangsa Indonesia dianggap hanya sekedar menerima budaya dan agama dari India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini yaitu teori Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria.
2.      Pendapat kedua menyebutkan bahwa bangsa Indonesia juga bersifat aktif dalam proses penerimaan agama dan kebudayaan Hindu Buddha. Dua teori yang menyokong pendapat ini adalah teori Arus Balik dan teori Sudra.
Jadi, menurut para ahli ada 5 teori terkenal tentang cara masuknya penyebaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia, apa saja ?
1.      Teori Brahmana ( Jc.Van Leur )
Teori Brahmana adalah teori yang menyatakan bahwa masuknya Hindu Buddha ke Indonesia dibawa oleh para Brahmana atau golongan pemuka agama di India. Teori ini dilandaskan pada prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Hindu Buddha di Indonesia pada masa lampau yang hampir semuanya menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Saksekerta. Di India, aksara dan bahasa ini hanya dikuasai oleh golongan Brahmana. Selain itu, teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia karena peran serta golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti diketahui bahwa ajaran Hindu yang utuh dan benar hanya boleh dipahami oleh para Brahmana. Pada masa itu, hanya orang-orang golongan Brahmana-lah yang dianggap berhak menyebarkan ajaran Hindu. Para Brahmana diundang ke Nusantara oleh para kepala suku untuk menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme.
Kelebihan teori 
-Mengusai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa
-Hanya para Brahmana yang bisa melakukan upacara khusus yang menjadikan seseorang menjadi pemeluk hindu (Vratyastoma)

Kelemahan teori
-Dalam tradisi agama Hindu terdapat pantangan bagi kaum Brahmana untuk menyeberangi lautan
                                                      
2.      Teori Waisya (NJ. Krom)
Teori Waisya menyatakan bahwa terjadinya penyebaran agama Hindu Buddha di Indonesia adalah berkat peran serta golongan Waisya (pedagang) yang merupakan golongan terbesar masyarakat India yang berinteraksi dengan masyarakat nusantara. Dalam teori ini, para pedagang India dianggap telah memperkenalkan kebudayaan Hindu dan Buddha pada masyarakat lokal ketika mereka melakukan aktivitas perdagangan. Karena pada saat itu pelayaran sangat bergantung pada musim angin, maka dalam beberapa waktu mereka akan menetap di kepulauan Nusantara hingga angin laut yang akan membawa mereka kembali ke India berhembus. Selama menetap, para pedagang India ini juga melakukan dakwahnya pada masyarakat lokal Indonesia.

Kelebihan teori
-Pedagang tentu membutuhkan area perdagangan yang luas agar lebih untung.
-Agama Hindu bisa didapat hanya karena keturunan, maka para pedaganglah yang berketurunan dengan orang Indonesia agar agama Hindu tersebar.

Kelemahan teori
-Tidak mengusai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa
-Peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang lebih banyak berada di pedalaman. Namun apabila pengaruh tersebut dibawa oleh para pedagang India, tentunya pusat kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha akan lebih banyak berada di daerah pesisir pantai.

3.  Teori Ksatria  ( C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens )
Dalam teori Ksatria, penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia pada masa lalu dilakukan oleh golongan ksatria. Menurut teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia satu ini, sejarah penyebaran Hindu Buddha di kepulauan nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan India pada periode yang sama. Seperti diketahui bahwa di awal abad ke 2 Masehi, kerajaan-kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan kekuasaan. Penguasa-penguasa dari golongan ksatria di kerajaan-kerajaan yang kalah perang pada masa itu dianggap melarikan diri ke Nusantara. Di Indonesia mereka kemudian mendirikan koloni dan kerajaan-kerajaan barunya yang bercorak Hindu dan Buddha. Dalam perkembangannya, mereka pun kemudian menyebarkan ajaran dan kebudayaan kedua agama tersebut pada masyarakat lokal di nusantara.

Kelebihan teori
-Semangat berpetualang dan menaklukan daerah lain, pada saat itu umumnya dimiliki oleh para Ksatria (keluarga kerajaan)

Kelemahan teori
-Tidak mengusai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa
-Apabila daerah Indonesia pernah menjadi daerah taklukkan kerajaan - kerajaan India, tentunya ada bukti prasasti yang menunjukkan peristiwa tersebut, tetapi nyatanya tidak ada.

4. Teori Arus Balik (Nasional) (F.D.K Bosch)
Teori arus balik menjelaskan bahwa penyebaran Hindu Buddha di Indonesia terjadi karena peran aktif masyarakat Indonesia di masa silam. Menurut Bosch, pengenalan Hindu Buddha pertama kali memang dibawa oleh orang-orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada segelintir orang, hingga pada akhirnya orang-orang tersebut tertarik untuk mempelajari kedua agama ini secara langsung dari negeri asalnya, India. Mereka berangkat dan menimba ilmu di sana dan sekembalinya ke Indonesia, mereka kemudian mengajarkan apa yang diperolehnya pada masyarakat Nusantara lainnya.

Kelebihan  teori
-Ada kemungkinaan para bangsawan di Indonesia pergi ke India untuk belajar agama Hindu-Buddha dan budaya, tujuanya agar dengan ilmu yang mereka dapat dari india, para bangsawan bisa membuat kekuasaan di Indonesia dengan mencontoh kebudayan Hindu-Buddha

Kelemahan teori
-Kemungkinaan orang Indonesia untuk belejar agama Hindu-Buddha ke india sulit, karena pada masa itu orang indonesia masih bersifat pasif.

5.Teori Sudra (van Faber)
Teori Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang bermigrasi ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka pada masyarakat pribumi hingga terjadilah perkembangan yang signifikan terhadap arah kepercayaan mereka yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada ajaran Hindu dan Buddha.
Kelebihan teori
- Semua orang yang ada pada kasta Sudra pasti ingin memperbaiki hidup, salah satu caranya adalah pergi ke tempat lain seperti Indonesia

Kelemahan teori
-Tidak menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa
-Kasta Sudra umumnya tidak memiliki ilmu pengetahuan/pendidikan
-Biasanya jika ada budak maka ada tuannya,maka jika pastilah ada kasta yang lebih tinggi dari sudra yang membawa kasta Sudra ke Indonesia.

Mungkin itu saja yang dapat penulis sampaikan, sejarah akan terus berkesinambungan, segala hal yang ada di masa lalu memiliki pengaruh yang besar bagi generasi yang akan datang. Pun dengan masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia, menjadi salah satu peradaban yang membawa pengaruh sampai saat ini
Semoga Bermanfaat !!!

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Tradisi di Kebumen

Kongsi Dagang Negara-negara di Eropa